Click to access apbn-kita-januari-2020.pdf
Silakan dibaca. Enjoy.
Beberapa poin penting terkait APBN 2019 yang saya highlight dari Majalah APBNKita
- Realisasi sementara pendapatan negara dan hibah masih terjaga meskipun mengalami imbas perlambatan ekonomi global
- Realisasi pajak masih ditunjang dari PPh Nonmigas yang tumbuh 3.78% dan PPN meski tumbuh minus 0,81%. Yang mantab sektor Jasa Keuangan dan sektor Transportasi dan Pergudangan tumbuh cukup baik
- Penerimaan Kepabeanan dan Cukai tumbuh 3,8%. FYI, Cukai utamanya dari CHT up 7,8% (Cukai Hasil Tembakau) dan MMEA up 14,36% (Minuman Mengandung Etil Alkohol). Sedangkan Bea Masuk (96,27%), Bea Keluar (78,91%) dampak dari perekonomian global.
- Realisasi sementara PNBP tumbuh negatif -1% karena penurunan PNBP SDA 14,7% imbas dari penurunan harga minyak mentah dan lifting minyak bumi. PNBP dari Kekayaan Negara yang Dipisahkan tumbuh 79,1% terutama dari Pendapatan Surplus BI *(Nah ini perlu saya googling dulu apasih Surplus BI)
- Realisasi sementara Belanja Negara 2019 93,9% up 4,4% compared to 2018. Belanja Bansos tumbuh 34,2% (Nanti kita cari tahu apa itu Bansos) karena kenaikan Program Keluarga Harapan untuk mendukung percepatan pengurangan kemiskinan
- Realisasi sementara defisit 2,2% dari PDB. Nah, realisasi sementara pembiayaan tumbuh 30,7% yang terdiri dari pembiayaan utang, investasi, dan pembiayaan lainnya. Tujuan pembiayaan apasih? Untuk menutup defisit, sebagai instrumen investasi Pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan infra, akses pembiayaan MBR (nah ini saya hafal Masyarakat Berpendapatan Rendah), meningkatkan kualitas SDM Indonesia
- Realisasi sementara belanja subsidi 90,0%. Buat apa belanja subsidi. Ada subsidi energi (jadi merasa bersalah pakai kalau pakai premium dan gas melon) dan subsidi non energi (subsidi pupuk, public service obligation, kredit program).
- APBN sebagai instrumen countercyclical dalam menjaga momentum positif pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makroekonomi-> tercermin pada strategi kebijakan fiskal dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. TKDD (Transfer ke Daerah dan Dana Desa) realisasinya lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Posisi utang dibawah 30% dari PDB.
- Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 3,4%
Hikmah saya baca majalah itu, saya jadi lebih paham tentang APBN kita.